"Silahkan duduk tante." Ucap Max mempersilahkan wanita itu duduk. "Ya ampun selama ini aku nyari alamat kalian. Ternyata deket sama mansion aku juga, bahkan kalo dibilang kita tetangga." Ucap wanita itu antuasias. "Ah iya, dulu bukan disini. Cuma semenjak insiden kebakaran itu jadi pindah ikut sama putri algora." Entah mengapa rasanya Eida ingin menekan kan bahwa algora memiliki putri di depan wanita ini. "Putri? Sejak kapan? Bukan kah anak mu hanya Max dan dia seorang putra bukan putri kalian." Tanya wanita ini kebingungan. "Ah iya kami sengaja menyembunyikan nya dari publik semenjak 10 tahun lalu." Ucap Eida tersenyum sombong. "Ah benarkah? Apa umurnya masih kecil? Oh apa anak kecil yang manis itu? Tapi kenapa sudah mempunyai mansion? Bahkan anak mu Max belum mempunyai nya." Si

