CHAPTER: 1

1918 Kata
Aku benci ibu ku Aku benci ia Jakarta, Indonesia. 10.00 am Di sebuah rumah b****l elit terlihat seorang wanita cantik berlutut di kaki ibunya menangis. "Ibu jangan jual sheilene bu", tangis sheilene. Sheilene adalah gadis berumur dua puluh tahun, yang tinggal di rumah b****l bersama ibu dan ayahnya yang tidak lain pemilik rumah b****l elit ini. Tepat hari ini ayah sheilene meninggal dunia dikarenakan penyakit serangan jantung yang di idamnya selama tiga tahun belakangan ini. Sekarang sheilene bersama deyla ibu tirinya, sheilene bukan anak anak kandung deyla, ia anak dari roy ayahnya dan vera. Vera adalah selingkuhan roy selama menikah dengan deyla. Vera telah meninggal sejak umur sheilene enam tahun, jadi sheilene tinggal dengan ayah dan ibu tirinya di rumah b****l ini. Sheilene selalu di siksa dan disuruh bekerja oleh ibu tirinya selama empat belas tahun hidupnya, tapi sheilene tidak mempermasalahkan itu yang penting ia diberi makan dan bisa sekolah. Deyla dan roy sering bertengkar tentang sheilene, roy tidak suka putrinya dan vera disiksa oleh deyla, sedangkan vevita putrinya dan deyla dibiarkan bermain, bahkan pergaulan vevita setiap hari semakin menjadi. "Pergi kau anak jalang, dan ingat aku bukan ibumu", bentak deyla mendorong sheilene dengan kasar. Deyla muak bila melihat muka sheilene karena mengingat kan nya pada vera jalang yang telah nerebut suaminya. Selama ini ia ingin mengusir sheilene dari rumah bordilnya, tapi tak bisa karena ada suaminya yang sangat mencintai anak jalang vera ini. Sekarang ia bisa mengusir sheilene dan mendapat uang dua puluh milyar karena telah melelang anak jalang ini. "Ibu aku akan bekerja dan menghasilkan uang yang banyak, tapi jangan menjual ku ibu", tangis sheilene semakin keras, ia kembali memeluk kaki ibu tirinya, walau selalu dihempaskan dengan kasar dan menyakitkan. "Bekerja?, seumur hidup mu pun kau bekerja tak akan bisa menghasilkan dua puluh milyar jalang", balas deyla meremehkan sheilene umpatan kasar yang keluar dari bibir ibu yang sudah tinggal seatap dengannya selama empat belas tahun ini membuat air mata sheilene semakin deras membasahi pipi mulus nan cantiknya. "Serendah itu kah aku di mata mu ibu", batin sheilene menangis mengingat u*****n ibunya padanya. "Kami harus segera membawa nona ini", ucap bodyguard berpakaian serba hitam dengan bahasa inggris, yang sedari tadi diam menyaksikan drama ibu dan anak ini. "Ya sudah cepat bawa jalang ini aku muak melihat wajahnya" "Tidak, ibu aku tidak mau dijual", tangis sheilene meronta-ronta minta dilepaskan oleh kedua body guard yang memegang lengannya agar ia tidak kabur. "Sayang sekali cantik, kau telah aku jual dan sebentar lagi kau akan jadi jalang", balas deyla menekan dagu sheilene lalu dihempaskan dengan kasar. "Lepaskan aku" "Ibu jangan jual aku" "IBU" teriak tangis sheilene saat kedua bodyguard itu membawanya masuk kedalam mobil mewah berwarna hitam legam sesuai dengan pakaian mereka berdua. Setelah masuk ke mobil sheilene terus menangis dan meronta-ronta agar dilepaskan, tapi kedua bodyguard itu tetap diam seakan tuli dan tak peduli pada tangis wanita yang berada disamping nya. Lagi pula kedua bodyguard itu tidak tahu bahasa indonesia, otomatis mereka tak mengerti bahasa sheilene. Karena berisik mulut sheilene dilakban, tangan dan kakinya di ikat sehingga sheilene hanya bisa menangis dalam diam. Sheilene tahu ibu tirinya membenci dan haus akan uang, tapi ia tak menyangka ibu tirinya akan menjualnya demi uang. Ia rindu sosok vera ibu yang menyayangi dan mencintainya tulus. "Aku tahu aku bukan anak mu, tapi tak seharusnya kau menjual ku demi uang. Aku benci kau ibu", tangis sheilene dalam diam. London, inggris. 09.00 am "Dimana aku", teriak sheilene saat terbangun. Sheilene melihat seluruh ruangan yang sedang ia tempati dan ini bukan di kamarnya yang berada di rumah b****l. "Siapa pun di luar tolong bukakan pintu ini, aku mohon", tangis sheilene karena ia yakin sedang berada di rumah orang yang telah yang telah membelinya seharga dua puluh millyar. Sheilene takut dan pupus sudah harapannya untuk terlepas karena sekarang ia berada di negara lain bukan tempat kelahirannya indonesia. Ia tahu karena melihat ke arah jendela besar dikamarnya. "Aku mohon tolong buka pintunya", tangis sheilene merosot di depan pintu besar bahkan bisa dibilang pintu istana. Tanpa sheilene sadari ia telah tertidur di depan pintu karena lelah menangis dan lagi pula ia belum makan apapun dari kemarin. Semua pelayan yang berada di dalam mansion atau bisa disebut istana ini membungkuk kan badan saat tuan mereka memasuki mansion dengan gagahnya membuat semua yang melihat berdecak kagum melihat ketampanan tuan mereka. "Dimana gadis yang kubeli itu", tanya pria tampan yang merupakan pemilik mansion megah ini dan tuan mereka dengan dingin pada bodyguard yang berada dibelakang mereka. Aura mencekam dan dingin yang diciptakan tuannya ini menyeruak menyebar luas di mansion besar dan indah ini. "Sesuai perintah tuan gadis itu ada di dalam kamar tuan, karena dia tidak bisa diam kami memberi ia obat tidur tuan", jawab bodyguard yang tadi membawa sheilene menunduk takut. Tanpa bicara apapun pria tampan nan dingin itu berjalan ke kamarnya untuk melihat gadis yang ia beli seharga dua puluh millyar cash. "Kau adalah milikku sheilene", gumam pria itu pelan namun penuh penekanan berjalan ke kamar nya. ia mengingat saat pertama kali ia melihat sheilene dengan wajah cantik dan polosnya yang membuatnya tertarik pada pandangan pertama. Flashback Seorang pria tampan nan gagah itu tidak tahu sudah minum gelas keberapa. Pria tampan nan gagah itu bernama aykac wilson seorang pengusaha muda berumur dua puluh tujuh tahun. Ia punya berbagai perusahaan diberbagai negara dan semua perusahaannya menjadi perusahaan terkenal dan paling berkuasa di negara yang ditempatinya. Aykac selalu masuk di setiap majalah internasional yang memuat dunia bisnis. Kekayaan nya yang sudah dipastikan tak akan habis dua puluh turunan itu membuat ia dikejar para kaum hawa. Sekarang ia berada di indonesia karena ada pekerjaan mendadak selama tiga hari dan ini hari terkhirnya. "Pelayan bawakan wine untukku", racau nya karena sedang mabuk berat. "Ini tuan", ucap sheilene yang saat itu terpaksa harus mengikuti perintah ibunya menjadi pelayan agar ibunya senang dan semoga menerima nya dalam hidupnya, walaupun itu hanya mimpi. "Kau cantik sekali baby", ucap aykac memeluk sheilene. Sheilene tak tinggal diam ia terus meronta agar dilepaskan, karena selama ia jadi pelayan tak ada yang melecehkannya, meskipun banyak yang menatapnya lapar. "PLAK", bunyi kerasnya tamparan di pipi aykac setelah pelukannya terlepas. "Berani nya kau memelukku", teriak sheilene menggema disekujur rumah b****l elit ini. "Kau", geram aykac karena sebelumnya tak ada yang menamparnya dan ini wanita yng menamparnya, keterlaluan. "Apa" tantang sheilene karena marah pada lelaki yang telah memeluknya. "Kau be....." "PLAK", suara tamparan mendarat di pipi mulus sheilene bukan aykac yang menamparnya, tapi deyla ibu tirinya. "Diam kau sheilene, apa kau tak bisa melakukan pekerjaan mu dengan baik, hah", bentak deyla geram pada sheilene yang menampar pelanggan pentingnya ini. "Ibu dia yang salah, dia memeluk ku tanpa izin", tangis sheilene menunduk kan kepala nya. Sheilene sakit ibunya malah menamparnya bukan pria di depannya yang hanya diam yang telah memeluknya tanpa izin. "Diam sekarang balik kekamar mu, kau membuat ku malu saja", teriak deyla tak mau mendengar alasan sheilene. Sheilene pun pergi dengan air mata yang semakin deras membasahi pipi indahnya. "Maaf tuan atas kelakuan pelayan saya", ucap deyla yang dibalas angguk kan singkat oleh aykac. Aykac merasa sakit saat mengingat bulir air mata jatuh membasahi pipi sheilene. "Apa aku jatuh cinta pada pandangan pertama", batin aykac bicara sendiri. Semenjak kejadian itu aykac ingin memiliki gadis itu sampai pelelangan yang dilakukan dan aykac yang mendapatkan gadisnya seharga dua puluh millyar, tapi tak apa demi gadisnya berapa pun ia bayar. Keringat mengalir deras di tubuh Aykac yang sedang bergerak ke kanan dan ke kiri dengan gelisah bahkan terlihat jelas raut ketakutan di wajah tampan bak dewa Yunani itu membuat siapa pun yang melihat nya akan khawatir. "Tidak tidak tidak!" "Jangan!" "Pergi pergi jangan mendekat!" "IBU!" Aykac terbangun dari mimpi buruk nya dengan keringat membasahi tubuh dan wajah nya bahkan Aykac terlihat seperti baru mandi karena tubuh nya basah. "Mimpi buruk lagi", ucap aykac menghela nafas lelah dan menatap foto di atas nakas yang ditutupi kain hitam dan bunga melati segar karena baru diganti. "Dia kembali Bu, wanita itu sudah menjadi milik ku Bu dan apapun yang terjadi dia adalah milik ku Bu", ucap aykac menatap foto yang ditutup kain hitam itu yang tidak lain foto ibu nya yang telah tiada sejak ia berumur tujuh tahun. Kejadian mengerikan dua puluh tahun lalu yang membuat aykac trauma dan tak mau memiliki hubungan serius dengan lawan jenis, dan kejadian itupun yang membuat aykac kehilangan kepercayaan nya pada tuhan padahal dulu Aykac kecil selalu ke gereja bersama ibu nya setiap hari Minggu dan ibu nya itu mengajari nya berbagai hal tentang agama namun semua ajaran itu lenyap saat ibu nya meninggalkan nya sendiri menghadapi dunia kejam ini. Flashback on Aneta, ibu Aykac terus saja menggandeng tangan putra nya berjalan ke dalam gereja dengan senyum manis di bibir nya membuat siapa pun terpesona. Aykac kecil pun yang saat itu berumur tujuh tahun ikut tersenyum saat ibu nya tersenyum. Aneta dan aykac kecil duduk di barisan depan, aneta sangat bersungguh-sungguh menyanyikan lagu-lagu gereja dan berdoa pada Tuhan membuat Aykac kecil mengikuti ibu nya yang sangat cantik itu. Aykac kecil ingin sekali bisa seperti ibu nya yang taat agama saat besar nanti dan ibu nya adalah satu-satu nya cahaya dalam hidup nya karena ayah nya sudah meninggal saat ia dilahirkan dan kerabat nya yang lain Aykac kecil tak tahu karena ibu nya hanya dia saat bertanya tentang keluarga nya yang lain. Tiba-tiba guncangan besar terjadi membuat tubuh para jemaat dan pendeta terhuyung dan semua orang yang berada di dalam gereja mewah itu berlarian menyelamatkan diri. "Ibu Aykac takut", ucap aykac memeluk tubuh ramping ibu nya dengan erat. "Aykac kita harus lari sayang ayo cepat", ucap ibu nya menarik pergelangan tangan putra nya keluar dari gereja. Aykac mengikuti ibu nya namun pegangan tangan ibu nya terlepas karena begitu banyak nya orang yang ingin keluar membuat Aykac kecil terjatuh dan menangis. "Ibu hiks hiks hiks ibu", ucap aykac kecil menangis namun tak ada yang peduli mereka lebih memilih pergi dan tak peduli pada anak tampan yang sedang menangis. Aneta kaget saat menyadari Aykac tak ada di samping nya dan pegangan tangan nya dan aykac terlepas membuat aneta mencari putra itu tak peduli begitu banyak orang yang ingin keluar dan guncangan yang semakin kuat meruntuhkan gereja mewah ini karena putra nya lebih penting. "Aykac Aykac", teriak aneta mencari putra nya menatap setiap sudut gereja berharap melihat putra nya. "Ibu ibu Aykac disini", teriak aykac saat mendengar suara ibu nya dan aneta pun melihat putra nya sedang duduk bersimpuh dilantai dengan air mata yang mengalir di kedua pipi putra nya. Aneta berlari menghampiri putra nya dengan air mata membasahi kedua pipi tirus nya namun pandangan nya terfokus pada bangunan runtuh yang ingin jatuh mengenai putra nya. "AYKAC" Aneta mendorong Aykac dengan kekuatan pelan membuat tubuh nya tertimpa kayu besar itu sedangkan Aykac kaget saat melihat ibu nya tertimpa kayu besar segera menghampiri ibu nya yang sudah tak kuat dan lemah. "Ibu bangun hiks hiks ibu ibu jangan tinggalin Aykac ibu ibu", teriak aykac menggoyang-goyang kan tubuh ibu nya namun ibu nya hanya menatap nya dengan pandangan kabur. "Tolong tolong tolong ibu", teriak aykac namun tak ada yang peduli, mereka semua lebih memilih menyelamatkan diri sendiri. "Pergi Aykac kau harus hidup nak" Lalu mata indah ibu nya tertutup dan aykac Memeluk mayat ibu nya dengan tangisan tak henti tak peduli gempa yang terjadi karena ia tak akan meninggalkan ibu nya. "Ayo pergi nak", ucap wanita yang seumuran ibu nya menarik tangan nya keluar dari gereja. "Ibu ibu ibu" Setelah kejadian itu ibu nya pergi meninggalkan nya dalam kegelapan dan kebencian akan tuhan dan aykac selalu benci saat melihat gereja.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN