AKU ADALAH DUNIAKU - MEREKA HIDUPKU

1891 Kata
Pikiran Jimin semakin kalut dengan pernyataan Y/N. Dia merasa bahwa semua yang mereka lalui selama ini hanya salah paham yang tidak berujung. Jimin lemas ketika mendengar penyataan Y/N dari ujung telepon.  "Aku tahu bahwa waktu itu kita hanya TTM .. tapi ternyata lebih berat melihat TTM mu mempunyai kekasih, iya kan? hehehehehe" Y/N tertawa kecil tapi Jimin tahu bahwa tawa itu tawa yang dipaksakan.  "Kenapa kamu tidak mengatakan ini Y/N?" tanya Jimin.  "Gak lah .. aku tidak ingin mengacaukan semuanya. Aku merasa bahwa semuanya sudah diatur seperti itu" kata Y/N.  Malam itu berakhir dengan kesedihannya masing masing. Penyesalan muncul di hati Y/N dan Jimin. Y/N tidak bisa tidur dengan tenang. Dia memilih untuk menulis di buku hariannya. Pikirannya saat ini terasa kalut. Dia bahkan minum minuman keras juga untuk menenangkan pikirannya. Dia tidak tahu bagaimana akan menghadapi Jimin jika nanti Jimin memutuskan untuk menelponnya lagi.  Apakah aku bisa menghadapi perasaanku? Apakah aku bisa menyembunyikan perasaanku? Aku tidak ingin Jimin tahu bahwa aku masih mencintainya sampai saat ini. Dia sudha bahagia dengan keluarganya. Hubungan kami sudah berakhir dulu. Saat ini aku akan mencoba menjauhinya. Aku tidak ingin menimbulkan salah paham antara dia dan Seulgi.  Ya... itu yang harus aku lakukan.  Namun semua itu tidak pernah bisa Y/N lakukan. Dia masih saja bermanja manja ketika Jimin menghubunginya lagi. Dia masih tidak bisa menyembunyikan perasaannya ketika Jimin memperhatikannya di saat saat aktivitasnya. Dia juga masih tersipu malu dan membiarkan Jimin memanggilnya dengan Y/N ku.... "Kamu sudah makan sayang?" tanya Jimin suatu siang di saat Y/N sedang bekerja.  "Sudah koq..." jawab Y/N manja.  "Jimin udah makan?" tanya Y/N balik.  "Belum sich .. ini aku mau meeting dengan klien penting. Doakan aku ya sayang" kata Jimin manja.  Y/N bisa melihat Jimin tersenyum. Dia begitu bersemangat siang ini ketika nama Jimin muncul di layar handphonenya, dna siang ini video call  yang diminta Jimin. Saking bersemangatnya sampai sampai dia tidak memperhatikan orang orang di sekitarnya.  Ya ... itulah yang terjadi. Hubungan terlarang yang dibangun karena rasa rindu. Kata TTM masih mereka jadikan alasan untuk membuat sebuah hubungan terlarang. Mereka merasa bahwa ini setimpal dengan apa yang mereka dapatkan di masa lalu karena begitu banyak yang ingin memisahkan mereka.  "Jimin ... siapa yang lebih kamu cintai? Aku atau Seulgi?" tanya Y/N suatu kali.  "Mengapa kamu menanyakan hal itu?" tanya Jimin. "Tentu saja kamu Y/N ku.. tapi kamu tahu bahwa aku tidak bisa meninggalkan Seulgi karena ada anak anak" jawab Jimin sedikit menyelidik. "Idiiih .. siapa yang menyuruhmu meninggalka Seulgi?" canda Y/N. "Aku juga tidak bisa meninggalkan Namjoon. Anak anak masih sangat membutuhkanku" kata Y/N lebih serius dari sebelumnya.  Suatu pagi ..  Y/N sedang mempersiapkan sarapan, dna kemudian memanggil suami dan anak anaknya untuk sarapan bersama. Meskipun hubungannya dengan suaminya tidak berjalan baik, tapi Y/N adalah seorang istri yang selalu mengutamakan keluarganya. Dia tidak pernah lupa menyediakan semua kebutuhan suami dan anak anaknya. Dia juga selalu menghargai suaminya meskipun terkadang suaminya tidak pernah menghargainya.  "Kalian nanti langsung berangkat les setelah pulang sekolah?" tanya Y/N pada anak anaknya.  Ketiga anaknya mengangguk sambil menyuap nasi goreng yang disediakan mamanya. Mereka adalah anak anak yang penurut pada Y/N. Namun mereka tahu bagaimana perlakukan papanya kepada mamanya, itulah sebabnya mereka tidak terlalu dekat dengan papanya semenjak Kim Namjoon berubah drastis.  "Aku akan lembur malam ini" kata Namjoon.  "Okay" sahut Y/N santai. Saat sore harinya, Y/N menjemput ketiga anaknya dari les musik. Dia mengajak mereka bertiga minum es krim dulu sebelum pulang. Mereka terlihat begitu bahagia. Y/N bisa merasakan hal itu. Dia tahu dengan baik kalau anak anaknya tertekan dengan pertengkaran kedua orang tuanya. Itu sebabnya akhir akhir ini Y/N lebih banyak diam dan memilih untuk mengalah. Apalagi semenjak Jimin kembali hadir dalam kehidupannya, dia merasa bahwa hidupnya lebih berwarna. Dia merasa lebih ringan menghadapi kehidupannya yang rumit bersama Namjoon, suaminya.  "Sekarang waktunya tidur ok?" kata Y/N saat mengantar ketiga anaknya tidur.  Sudah menjadi kebiasaan Y/N saat anak anak akan tidur, dia pasti akan membacakan dongeng dna bernyanyi nina bobok untuk mereka. Sama seperti malam ini, diapun melakukan hal yang sama.  Kring .. kring ... Nama Jimin terpampang di layar handphonenya. Sesaat Y/N tersenyum melihat nama itu.  "Malam Y/N ku ... " sapa Jimin di ujung telepon. "Malam Jim ... koq belum istirahat? " tanya Y/N sambil merebahkan tubuhnya di sofa besar di depan TV.  "Belumlah ... kan belum mencium Y/N ku" canda Jimin.  Y/N tersenyum saat Jimin mengataka hal itu.  "Y/N .. aku ingin bertanya sesuatu boleh?" tanya Jimin serius.  "Apa?" tanya Y/N. "Dulu ketika aku akan menikah, aku menelponmu dan mengirimimu pesan bahw aaku akan menikah. Tapi seorang cowok yang mengangkatnya, dan kamu menyelamati aku untuk pernikahanku, memangnya siapa dia?" tanya Jimin penasaran. Y/N lebih penasaran. Dia tidak pernah menerima telepon Jimin apalagi dia menyelamati Jimin, itu sesuatu hal yang mustahil. Dia sudah menggunakan nomor telepon ini lama, bahkan sebelum Jimin menikah. "Huh? teleponmu? Aku tidak pernah tahu kamu menelepon" kata Y/N bingung. Tapi sesaat dia terdiam dan teringat bahwa salah satu nomernya pernah dipakai oleh Ji Sung, pacarnya sewaktu dia magang di salah satu perusahaan. Tapi kenapa Ji Sung tidak memberitahunya tentang telepon dan pesan nya Jimin?  "OO mungkin itu mantan pacarku, Ji Sung" kata Y/N tiba tiba. "Tapi aku sudah putus dengannya beberapa bulan sebelum kamu menikah" kata Y/N menjelaskan lagi.  Meskipun masih kebingungan dan heran, tapi Jimin bisa menerima jawaban Y/N.  Saat dia sedang menerima telepon Jimin, Y/N melihat foto ketiga putrinya. Mereka terlihat begitu bahagia. Y/N mengingat masa masa bahagia itu. Tanpa dia sadari dia tersenyum dan mengambil foto itu. Dia mengelus foto itu dengan gemetar.  "Jimin.. aku tutup dulu teleponnya ya" kata Y/N. "Tapi kenapa? ada masalahkah?" tanya Jimin khawatir. "Tidak apa apa... tapi sepertinya si kecil menangis." kata Y/N berbohong untuk pertama kalinya.  Jimin mengiyakan saja dan menutup teleponnya setelah memberikan ciuman selamat malam untuk Y/N. Ada yang tidak beres.. Aku tahu kamu dengan sangat baik Y/N ku .... Semoga kamu tidak apa apa .. aku tidak mau kehilangan kamu lagi setelah sekian tahun.  "Tuhan, ini sudah bertahun tahun, dan aku belum bisa menemukan Y/N. Aku mulai kehilangan harapan. Malam ini malam terakhir aku mencarinya Tuhan.. jika memang malam ini aku bisa menemukannya, aku percaya bahwa dia akan jadi jodohku .. entah bagaimana caranya" harap Jimin. Dan saat itulah Jimin bisa menemukan Y/N di sebuah media sosial dna dia mengirimkan permintaan pertemanan kepada Y/N. Entah bagaimana, malam itu, Y/N yang tidak pernah menggunakan foto pribadinya untuk media sosialnya itu, malam itu dia mengganti foto profilnya dengan fotonya 20 tahun yang lalu, dan di saat yang sama Jimin menemukan foto itu. Itu sebabnya, Jimin tidak ingin melepaskan Y/N untuk kedua kalinya lagi. Dia percaya bahwa akan ada mukjizat untuk hubungannya dengan Y/N.  "Apakah aku melakukan hal yang benar Tuhan?" tanya Y/N sambil mengamati fotonya dengan Namjoon setelah mengamati foto anak anaknya.  "Aku tahu Namjoon memang banyak berubah, tapi bagaimanapun, dia tetap suamiku" kata Y/N sambil menangis.  Malam itu, Y/N menangis sepuasnya samoai Namjoon pulang ke rumah. Ketika saatnya tidur, Y/N meletakkan kepalanya di d**a Namjoon. Entah kenapa, malam itu terasa hangat untuk Y/N. Dia bisa merasakan kehangatan suaminya lagi. Dia tahu bahwa dia sudah mendapat jawaban dari pertanyaan yang dia tanyakan pada dirinya sendiri beberapa saat yang lalu.  Siapa yang harus kupilih? Aku dan Jimin sebagai duniaku? Atau suami dan anak anakku yang menjadi hidupku ? Malam itu Y/N mendapat kepastian untuk pertanyaannya.  Keesokan hari, Y/N bangun pagi dengan senyum manis di bibirnya. Dia melihat Namjoon sudah bangun dan mengamati dirinya.  "Selamat pagi" sapa Namjoon sambil mengecup bibir Y/N.  "Pagi sayang" sapa Y/N balik.  "Tumben.. semalam kamu begitu manja. Apa ada yang terjadi?" tanya Namjoon penasaran. "Apa semuanya baik baik saja?" tanya Namjoon lagi. "Semua pasti baik baik saja" kata Y/N sambil meletakkan kepalanya di d**a Namjoon lagi.  Namjoon yang masih keheranan memutuskan untuk membiarkan saja. Dia mendekatkan kepalanya ke Y/N sambil mengelus lembut rambutnya.  Setelah Namjoon berangkat ke kantor dan anak anak pergi ke sekolah bersama papanya, Y/N pergi ke ruang kerjanya. Dia membuka salah satu lemari kerjanya. Dia mengambil sebuah kotak kecil berwarna hitam, yang mulai agak pudar warnanya.  Dia membukanya dan tersenyum puas.  "Maafkan aku " kata Y/N. "Aku sudah memutuskan.. aku harap ini yang terbaik untuk kita" kata  Y/N lagi.  Pagi itu di Jeju ... "Happy birthday papa" kata Seulgi sambil mencium bibir Jimin.  Dia membawa sebuah kue ulang tahun dengan sebuah lilin menyala di atasnya. Jimin berdoa sesaat dan kemudian meniup lilinnya. Dia kemudian mencium dan memeluk kedua anaknya.  "Happy birthday papa" kata Aerin dan Jun sambil memeluk papanya.  "Makasih sayang" kata Jimin.  Jimin melihat handphonenya. Dia mengharapkan ada ucapan ulang tahun dari Y/N, tapi tetap tidak ada. Jimin merasa gelisah, sudah 2 hari ini Y/N tidak mau mengangkat teleponnya, pesannya pun tidak dibalas. Dia mulai khawatir.  Seulgi melihat sikap suaminya. Sudah 3 bulan ini dia melihat tingkah suaminya berbeda seperti biasanya. Dia sempat mendengar ketika suaminya sedang telepon dengan Y/N. Dia juga tahu pasti bahwa bertahun tahun ini, Jimin masih belum bisa melupakan Y/N dan masih mencari Y/N di semua media sosial setiap malam. Tidak jarang, Seulgi harus tidur sendirian saat Jimin ketiduran di sofa saat sedang mencari Y/N. Tapi Seukgi tidak bisa melakukan apa apa. Dia hanya bertahan untuk anak anaknya, sambil berdoa akalu suatu hari Jimin akan kembali padanya.  "Paket ... paket" teriak kurir paket. "Untuk siapa pak?" tanya Aerin. "Untuk Pak Park Jimin" kata pak kurir.  Aerin menerima paket itu dan kemudian berlari menyerahkan hadiah itu pada papanya.  Jimin menerima paket itu, dan kemudian membukanya. Dia tidak melihat siapa yang mengirim hadiah tersebut.  Sebuah kotak jam tangan hitam dengan desain jam tangan elegan. Jimin membuka kartu di dalamnya. Dia tahu dengan pasti siapa yang mengirimkannya dari tulisan tangannya.  HAPPY BIRTHDAY JIMIN Maafkan Y/N mu yang tidak bisa mengucapkan secara langsung .... Maafkan juga karena beberapa hari Y/N menjauh darimu. Ini semua untuk kebaikan kita semua, Y/N merasa bahwa kita melakukan kesalahan dengan membuat orang orang di sekitar kita tidak bahagia.  Maafkan Y/N juga karena belum sempat menjawab 1 pertanyaan Jimin.. Jimin pernah bertanya, apakah Y/N akan menyusul Jimin seandainya dulu Y/N tahu Jimin akan menikah? Ya... itu jawabannya. Seandainya Y/N tahu perasaan Jimin, maka ijinkan Y/N yang berjuang untuk cinta kita dulu.  Jimin selalu bilang kalau Y/N selalu jadi dunianya Jimin, begitu juga Jimin selalu jadi dunianya Y/N.  Namun, sekarang semua sudah berubah. Sekarang, kita tidak lagi hidup di dunia kita. Kita punya dunia yang lain, yang tidak hanya ada kita berdua. Kita tidak lagi hidup sebagai kita sendiri, kita sekarang hidup sebagai orang lain yang harus hidup di dunia orang lain.  Maafkan Y/N mu karena tidak bisa menyerahkan hadiahnya langsung... Hadiah ini adalaha hadiah yang ingin Y/N berikan 20 tahun yang lalu. Hadiah yang ingin Y/N jadikan sebagai pernyataan sikap dan perasaan Y/N.  Sekarang, Y/N berikan hadiah ini sebagai hadiah pertama dan terakhir untuk Jimin.  Hadiah ini sebagai hadiah perpisahan Y/N.  Sekali lagi .. maafkan Y/N. Y/N mu ..... Jimin terdiam membaca surat dari Y/N. Dia tidak bisa berkata kata.  Teringat beberapa saat yang lalu, saat dia menyampaikan keinginannya sebagai doa ulang tahunnya .... Tuhan .. aku hanya ingin Y/N akan selalu di sampingku... Aku tidak ingin kehilangan dia sekali lagi .... Aku hanya ingin dia sebagai jodoh yang Engkau janjikan untukku .... Hanya itu .... THE END Terima kasih banyak karena telah menyempatkan membaca cerita ini.  Jangan lupa vote dan komen ya. Juga follow ya .... Jika ada kesalahan.. mohon dimaafkan ya..  Jika menyinggung, juga mohon dimaafkan...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN