32 | Keinginan

1271 Kata

Sabiya tersenyum lebar, sesekali suara tawanya terdengar. Seiring dengan pergerakan lucu dari makhluk kecil yang nampak di layar ponselnya. Bahkan saat suara tangis terdengar, Sabiya justru tersenyum gemas. Mengagumi setiap pergerakan sederhana yang menimbulkan rasa bahagia. Tidak tahu bagaimana awalnya, Sabiya hanya mencoba mengusir rasa bosannya. Setelah siang tadi Mama memberi wejangan dengan materi yang cukup berat, sore harinya hujan turun cukup lebat. Membuat Sabiya harus tetap berada di rumah Mama. Sembari menunggu Romeo pulang kerja. Ini bahkan sudah malam, hampir pukul sembilan. Tapi suaminya itu belum pulang. Membuat Sabiya kebosanan karena tidak ada kegiatan selain menunggu kepulangan Romeo. Udara dingin di luar serta sambaran petir yang sesekali terdengar membuatnya bergidik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN