38 | Bimbang

1828 Kata

Tiga puluh menit terbuang sia-sia. Tidak ada kegiatan lain kecuali saling diam. Sibuk menyusuri pikiran masing-masing. Berharap menemukan titik temu yang akan membuka jalan baru. Jawaban dari kebingungan yang tidak berujung. Helaan napas kasar Rieena membuat Romeo mengangkat kepalanya. Menatap perempuan yang sudah berada di hadapannya sejak tadi. Bahkan Rieena rela menunggu lima belas menit lebih awal untuk hal ini. Sayangnya setelah Romeo datang justru waktunya harus kembali terbuang. Hanya untuk menonton acara diamnya si lelaki. Jika saja Romeo bukan sosok sahabat yang banyak membantu, tentu saja Rieena tidak akan mau duduk diam di sini. Membantu Romeo menemukan jalan keluar dari segala hal yang bergerumul di kepalanya. Sembari memastikan semua akan baik-baik saja. Kesal itu sudah pas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN