45 | Kejujuran

1937 Kata

"Sudah sekitar lima belas menit, Pak." Romeo hanya mampu diam. Tidak tahu harus merespon seperti apa. Ada nada kesal namun tidak bisa melampiaskan hal itu begitu saja. Romeo juga perlu penjelasan lebih, bukan sekadar menerka. Karena kejadian sebenarnya tidak selalu sama seperti yang terlihat. "Ya, tetap di sana dan awasi dari jauh. Jangan sampai ketahuan!" ucap Romeo datar. Pak Hendra mengiyakan itu dengan patuh. Ini bukan kali pertama Romeo menyuruh Pak Hendra untuk mengawasi Sabiya. Ini sudah untuk yang kesekian kali. Bukan karena Romeo tidak mempercayai Sabiya. Romeo hanya takut perempuan itu akan pergi darinya. Membuatnya tidak bisa melepas Sabiya begitu saja. Bahkan hanya untuk pertemuan dengan teman-temannya di luar sana. Terdengar sangat posesif, bukan? Ya, memang begitu adanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN