Chapter 7

1114 Kata
Nyonya carlona membuka matanya pelan saat merasakan sakit dikepalanya. beberapa hari ini dia merasa tubuhnya semakin lemas bahkan hanya untuk sekedar bergerak pun rasanya susah dan juga sakit. Wanita paruh baya itu melirik sekilas kearah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 1 malam. Dengan pergerakan pelan , dia berusaha menggeser tubuhnya mendekat kepinggir ranjang guna untuk meraih obat yang berada di nakas sisi ranjangnya. "Akh ini sangat sakit," gumamnya saat merasakan kepalanya semakin berdenyut hebat. Dengan sekuat tenaga , nyonya carlona terus menggeser tubuhnya hingga akhirnya berhasil sampai di pinggir ranjang. Tangannya bergerak pelan meraih obat diatas nakas itu namun karena terlalu lemah dan juga sakit wanita paruh baya itu tidak sengaja menyenggol gelas hingga terjatuh dan pecah. ,,,,,,,,,, Pyar!! Leona menatap kaget vas bunga yang baru saja ia senggol hingga jatuh dan pecah. Beberapa menit yang lalu gadis itu keluar dari kamarnya secara diam-diam dan mencoba untuk kabur namun sial karena lampu rumah sudah dimatikan membuat keadaan gelap hingga tak sengaja ia menyenggol vas bunga yang berada diruang tengah rumah mewah itu. "Aish kenapa bisa kesenggol sih," Dengan cepat Leona berusaha membersihkan pecahan vas bunga itu sebelum jervan mengetahuinya. Namun lagi lagi nasib sial menghampirinya , jari gadis itu terkena pecahan vas bunga hingga terluka dan mengeluarkan darah. "Siapa itu ?" Deg "Siapa disana ?" "Jervan?" gumam Leona panik. Bisa gadis itu lihat sebuah bayangan yang berjalan menuruni tangga. Dia tahu betul itu pasti jervan. Tidak ingin tertangkap basah akhirnya Leona memutuskan untuk segera pergi dari tempat itu. Masalah vas bunga dia sudah tidak peduli , yang terpenting saat ini adalah dia harus bisa keluar dari rumah ini tanpa ketahuan oleh pria kejam itu. "Tuan jervan ?" Jervan menghentikan langkahnya begitu melihat beberapa pelayannya datang menghampirinya. "Ada apa bi ? Aku mendengar suara pecahan," "Saya juga tidak tahu tuan. Saya akan melihat nya," Jervan hanya mengangguk sebelum kemudian pelayan tadi berjalan menuju saklar lampu untuk menyalakan lampunya. Saat semua lampu sudah menayala , jervan dikejutkan dengan vas bunga kesayangannya yang sudah tidak berbentuk. Dengan cepat pria itu berjalan cepat menuju vas bunga itu guna mengeceknya. Beberapa pelayan serta anak buahnya yang berada disana seketika langsung diam menegang. Mereka tahu vas itu merupakan salah satu vas bunga kesayangan majikannya dan vas bunga itu sekarang sudah tidak berbentuk. Sudah bisa dipastikan majikannya itu akan mengamuk karena melihat barang kesayangannya yang rusak. "Siapa yang sudah berani memecahkan vas bunga ini ?" tanya Jervan dengan nada dinginnya membuat semua pelayannya langsung menunduk takut. "SIAPA YANG SUDAH BERANI MEMECAHKAN NYA !!" teriak pria itu lagi dengan rahang yang sudah mengeras menahan emosinya. Jervan melirik salah satu pecahan vas bunga itu , terlihat ada bercak darah disana. Seketika pria itu mengingat sesuatu , saat dia bangun dia tidak melihat Leona di sampingnya, apa jangan-jangan gadis itu yang melakukan ini semua ? Pikirnya. "Cari Leona sekarang dan bawa dia ke hadapanku !!" teriak Jervan yang langsung membuat semua pelayan termasuk anak buah nya langsung berpencar mencari Leona. "b******k! Dia sudah berani menyentuh barangku. Aku tidak akan membiarkannya pergi begitu saja," ,,,,,,,, "Aku harus cepat pergi dari sini sebelum pria kejam itu memergokiku," Leona berjalan mengendap-endap keluar dari rumah mewah itu. Beruntung tadi siang gadis itu sudah berkeliling mencari jalan keluar dirumah itu sehingga dia bisa kabur tanpa kebingungan mencari jalan keluar. Saat sudah bisa keluar dari rumah mewah itu , Leona tidak sengaja melihat marvel berjalan cepat keluar dari paviliun menuju parkiran mobil. Bisa dilihat pria itu terlihat sedang terburu-buru sambil menelfon seseorang. "Iya. Tolong jaga nyonya carlona , aku akan kesana sekarang" Leona langsung terkejut begitu mendengar marvel menyebut nama ibunya di sambungan tlp nya itu. "Nyonya carlona ? Apa jangan-jangan itu Ibu? Aku harus mengikutinya" Srek!! "Akh!" "Mau kemana kamu ?" Sial , Belum sempat beranjak Leona sudah tertangkap oleh salah satu penjaga disana. "Lepas!! Lepasin aku !" teriak Leona sambil berusaha memberontak. Bisa dilihat mobil marvel sudah berjalan meninggalkan pekarangan paviliun itu membuat Leona menghembuskan nafasnya kasar. "Ikut ! Tuan jervan sudah menunggumu," ucap penjaga itu menarik tangan Leona untuk membawanya ke sang majikan. ,,,,,,,,, "Bagaimana keadaannya dok?" tanya salah satu orang suruhan marvel pada dokter yang baru saja memeriksa nyonya carlona. Beberapa saat yang lalu nyonya carlona terjatuh dari atas ranjang saat ingin mengambil gelas yang pecah akibat tersenggol olehnya. Wanita paruh baya itu terjatuh dengan sangat keras sampai membuatnya pingsan. "Sebaiknya nyonya ini dibawa kerumah sakit untuk pemeriksaan lanjutan. Saya khawatir ada penyakit serius yang dideritanya," "Apa tidak bisa dirawat jalan saja dok ? Dokter bisa datang setiap hari untuk memeriksanya," "Bisa saja tapi akan jauh lebih baik dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dirumah sakit terlebih dulu," "Baiklah , kami akan sampaikan ini pada boss kami dulu. Terima kasih dokter sudah datang," Bertepatan setelah dokter itu pergi , marvel datang. Dengan raut wajah paniknya pria itu langsung masuk kedalam kamar nyonya carlona. "Dokter sudah memeriksanya. Dokter juga menyarankan untuk membawa nyonya carlona ke rumah sakit untuk pemeriksaan lanjutkan," ucap orang suruhannya. "Aku akan bicarakan dulu pada tuan jervan. Kalian kembalilah istirahat , biar aku yang menjaga nyonya carlona," "Baik tuan, selamat malam," ,,,,,,,,,, Jervan menatap sinis gadis yang sudah berdiri didepannya beberapa menit yang lalu. Bisa dilihat raut ketakutan dari wajah gadis itu membuat jervan semakin menyunggingkan senyum evil nya. "Kamu tahu apa kesalahanmu ?" tanya Jervan. "K-kesalahan apa ? Aku tidak tahu. Dan juga kenapa kamu menyuruh mereka semua menangkapku? Memangnya aku tahanan apa ?!" balas Leona dengan raut wajah kesalnya. Mendengar jawaban dari lawan bicaranya membuat jervan semakin tersenyum smirk. Pria itu beranjak berdiri dari kursi kebesarannya kemudian menghampiri Leona. "Masih mau mengelak ? Oh apa perlu aku sebutkan apa saja kesalahanmu ?" "Pertama, kamu keluar dari kamar tanpa seizinku," "Aku hanya ingin ke dapur untuk mengambil minum!" sahut Leona. "Benarkah ? Tapi bagaimana dengan kesalahan kedua ? Kesalahan kedua , kamu memecahkan vas bunga mahal milikku," "A-apa ? Aku tidak melakukannya!" "Benarkah ? Masih mau mengelak ? Kamu juga mau mengelak jika kamu berusaha kabur dari sini ?" "Apa yang kamu bicarakan ? Aku sama sekali tidak melakukan itu semua !! Lagi pula atas dasar apa kamu menuduhku melakukan itu semua ? Kamu harus mempunyai bukti sebelum menuduh seseorang," Jervan menatap tak percaya ucapan gadis didepannya itu. "Bagaimana jika aku mempunyai semua bukti itu ? Kamu tahu bukan bagaimana aku ? Aku sangat tidak suka dibohongi," Srek! "Akh," Tanpa diduga jervan menarik paksa tangan kanan Leona , pria itu mengangkat tangan Leona yang terluka kibat terkena pecahan vas bunga tadi. "Masih mau mengelak ?" Seketika tubuh Leona menegang ditempat. Sial ! Kenapa dia sampai lupa menghapus bekas luka itu sih !. "Bawa dia," seru Jervan memerintahkan anak buahnya membawa Leona kesuatu tempat. Leona yang di tarik paksa oleh mereka hanya bisa berteriak memberontak.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN