"Hei herhenti ! Jangan lari!!" Leona terus berlari kencang saat anak buah jervan mengejarnya. Gadis itu berlari memasuki kawasan kantor yang tadi jervan datangin. "Ayo leona, kamu tidak boleh tertangkap olehnya," gumam leona saat merasakan sakit di area kakinya yang tadi sempat terjatuh dan membuat lututnya berdarah. Leona terus mempercepat larinya menyusuri lorong kantor yang entah milik siapa dia tidak peduli, yang terpenting sekarang adalah bagaimana caranya dia bisa lolos dari kejaran anak buah jervan. Saat sampai di ujung lorong, gadis itu berhenti karena ternyata lorong itu buntu, suara larian beberapa anak buah jervan pun juga semakin terdengar jelas membuat gadis itu panik. Tak lama kemudian netranya melihat sebuah ruangan yang pintunya sedikit terbuka, dengan cepat dia berlari

