Setelah bertemu dengan joana mood jervan langsung buruk, pria itu sudah terlanjur membenci gadis yang pernah menjadi cinta pertamanya itu. Jika saja waktu itu joana tidak meninggalkannya mungkin saat ini dialah yang menjadi istrinya , bukan leona. "Kamu bisa jalan lebih cepat tidak sih!" Pria itu terus saja memarahi leona, sejak tadi dia melampiaskan semua kekesalannya pada leona. Saat ingin meninggalkan leona, jervan tidak sengaja melihat pradana yang tengah menatap kearah mereka. Seketika ide licik pun terlintar di pikiran nya. Pria itu membalikkan badannya menghampiri leona yang tertinggal beberapa langkah dibelakangnya. Tanpa mengucapkan apapun, dia langsung menggandeng tangan leona membuat leona seketika terkejut. "K-kenapa ?" "Jalanmu sangat lambat sayang, jadi ayo aku gandeng,

