"Ibu,Oma," Kedua wanita yang tengah berdiri didepan kamar inap Leona langsung menoleh secara bersamaan begitu mendengar suara seseorang. Jervan, Pria yang saat ini berdiri didepan mereka menatap mereka dengan tatapan sendunya. "Kalian sedang apa? Apa Leona mengamuk lagi?" Tanya Jervan dengan nada dan raut wajah khawatirnya. Beberapa hari ini setelah mengetahui jika anak yang ia kandung meninggal, Leona menjadi sosok yang sangat pendiam. Wanita itu sering sekali melamun dan kemudian histeris secara tiba-tiba. Menghela nafasnya panjang, Oma dan Nyonya Carlona berjalan menuju kursi tunggu yang berada didepan kamar inap Leona. Sejak tadi kedua wanita itu hanya bisa mengintip Leona dari celah pintu yang terbuka, Mereka ingin sekali melihat dan menemui Leona namun mereka takut Leona akan hi

