Chapter 20

984 Kata

Leona duduk disalah satu bangku yang berada ditaman belakang rumah pradana. Gadis itu duduk diam sambil menatap pemandangan malam yang terlihat sangat indah malam ini. awan malam ini terlihat cerah dengan dihiasi banyak sekali bintang yang berkerlip serta bulan yang memancarkan cahaya terangnya. Tanpa di duga air matanya menetes begitu saja, dia rindu ibu dan juga ayahnya. Dulu saat orang tua nya libur bekerja, mereka sering melihat bintang dimalam hari sambil menggelar tikar dihalaman belakang rumah nya. Leona tidak menyangka jika semuanya sangat cepat berlalu, ayahnya sudah pergi meninggalkannya untuk selamanya sedangkan ibunya tidak tahu entah kemana. Pradana yang tidak sengaja melihat leona itupun langsung menghampirinya. "Kamu sedang apa?" Dengan cepat leona menghapus air matanya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN