Part 42Hari Bahagia Mentari “Aku tak berminat sedikitpun untuk berkumpul bersama denganmu lagi, Mas,” ucap Andini seperti biasa. Dingin dan tak tertarik sama sekali. “Kenapa, Dini? Kita sama-sama tidak punya pasangan hidup saat ini.” Ardi bertanya penasaran. “Karena di hatiku hanya ada Bang Hendra, Mas. Tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun. Dia tetap suami pertama dan terakhir dalam hidupku hingga di akhirat nanti.” Andini berkata mantap, tak tergoyahkan oleh lelaki tampan yang pernah dimilikinya sesaat dulu. “Cobalah menerima cintaku lagi, Dini. Aku menyadari selama ini, hanya kamu wanita yang aku cintai. Harta dan keinginan hidup senanglah yang telah merubahku dulu, hingga tega meninggalkan kamu dan putri kita. Ternyata, banyak harta juga tidak membuat aku bahagia, Din. Hidup

