Part 45

480 Kata

Part 45Bersama dalam Keabadian “Kenapa, Sayang?” Aditya langsung memeluk istrinya begitu tiba dalam kamar mertuanya. Mentari tampak menangis memeluk ibunya yang diam tertidur di ranjang. “Ibu, Kak … ibu pingsan. Aku bangunin barusan gak mau bangun.” Mentari memegang denyut nadi ibunya yang semakin lemah sambil menangis. “Kamu tenang, Sayang. Biar Ibu aku periksa dulu.” Aditya mendudukkan Mentari di kursi yang ada dekat ranjang. Sedangkan Arjuna tampak mengusap matanya yang sudah terlihat basah, Pria berusia dua puluh lima tahun itu menciumi wajah ibunya yang pucat. “Ibu … bertahan, ya? Aku masih ingin Ibu ada di sisi kami,” bisik Arjuna dengan d**a yang terasa sakit. Ia benar-benar takut akan kehilangan satu-satunya orang tuanya itu. “Lebih baik Ibu kita bawa ke rumah sakit lagi, kond

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN