Part 58Menjebak Calon Mertua “Sarah, habis ini kita ke rumahnya Mentari, yuk? Dia nanya terus tuh, kapan bisa ketemuan lagi sama kamu,” ajak Arjuna ketika mereka berdua sudah duduk santai di cafe yang pengunjungnya belum begitu ramai di sore hari itu. “Wah … boleh deh, aku juga pengen ngobrol-ngobrol sama calon adik iparku yang cantik itu. Hm … ngomong-ngomong, kalian kok gak mirip, ya?” Sarah dengan wajah ceria menanggapi ajakan dari kekasihnya. “Kami beda ayah, aku dan Mentari juga baru tahu setelah dewasa,” jawab Arjuna singkat. Masa lalu orang tuanya memang cukup dramatis, tapi ia masih sangat kecil kala itu. Ia hanya tahu, kedua orang tuanya hidup dengan harmonis, saling mencintai hingga maut memisahkan mereka. “Oh … begitu ….” Sarah manggut-manggut sembari menyeruput minumannya.

