Part 66Wanita Pengobat Luka Sekitar lima belas menit, Ardi sudah tiba di depan rumah orang tua Sarah. Ia kemudian menghubungi Imelda yang sudah menunggu di teras rumah. “Hallo, Mel. Saya udah di depan.” “Okey, Mas. Saya juga udah siap kok.” “Saya gak turun ya, ntar dilihat Pak Dika, malu, hehehe,” balas Ardi sembari tertawa kecil. “Iya, Mas. Saya langsung ke depan sekarang.” Imelda kemudian berjalan menuju mobil Ardi yang sudah terparkir di depan pagar. Pria berkaca mata hitam itu menurunkan kaca mobil di sebelahnya, bibir tipisnya tersenyum menawan pada wanita cantik yang berjalan mendekatinya. Sedikit bercanda, Ardi menyuruh Imelda untuk naik, “silakan dibuka sendiri pintu mobilnya, Mbak.” “Iya, Mas,” balas Imelda sembari melemparkan senyum manisnya pada pria yang berada di belaka

