Part 74Rumah Peristirahatan “Juna … kamu senang gak tinggal di rumah ini? Apa kita beli rumah aja dan tinggal hanya berdua.” Sarah mengelus tangan suaminya yang memeluk perutnya dari belakang. Mereka masih dalam posisi yang dianjurkan dokter, posisi yang sangat disukai Sarah, ia selalu mendapatkan pelepasan berkali-kali dengan gaya malas itu. Apalagi Arjuna selalu menuruti apapun keinginan dari sang istri. Ia tak peduli, Sarah bisa hamil atau tidak. Arjuna lebih menyerahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa. Ia yakin, kalau suatu hari nanti, istrinya itu akan hamil anak mereka. Dan lagi, ia masih muda, baru berusia dua puluh enam tahun. Ia hanya ingin menikmati hidup bersama istri tercintanya. “Aku senang kok, tinggal di sini. Merasa punya orang tua lagi, tapi kalau kamu ingin kita beli ru

