Part 30Berkah Warisan Ibu “Ayuk, Bang. Kita buka di karpet situ aja.” Andini meraih tangan suaminya kembali dan menggandengnya ke tempat duduk mereka semula. Hendra mengikuti dengan patuh, tangannya diseret seperti anak kecil. Wanita berambut lurus sebahu itu menuangkan semua isi kantong di hadapan suaminya yang duduk bersila. Hendra menatap heran isi kantong yang berisi sebuah dompet kecil, sekitar sepuluh buah gulungan uang yang diikat dengan karet dan kertas-kertas yang dilipat jadi satu. “Ayo, Abang pejamkan mata dulu!” Andini masih ingin terus bermain. Hendra mengikuti dengan sabar, mulutnya pun menahan senyum. Entah apa maunya istri kecilnya itu. Andini membuka dompet kecil dari toko emas dan mengeluarkan sebuah kalung dan gelang seberat empat puluh gram. Kemudian, barang emas it

