"Kamu pasti tidak akan berkata santai seperti ini kalau aku nanti sudah berada di depanmu dan siap untuk mencabut nyawamu, pangeran!" ancam Daniel. Saat ini, mobil yang ditumpangi Daniel sudah berada di bandara dan sedang melaju ke arah runway bandara. "Hahaha aku tidak pernah takut denganmu, jendral. Nama besarmu bisa menakutkan bagi Negara Fandor, tapi tidak bagiku dan negaraku," dengus Pangeran Darius di ujung telepon. "Aku akan menghabisimu, pangeran!" "Kamu akan menyulut perang kalau kamu berusaha mencelakaiku. Ingat itu, jenderal!" "Kamu berani menculik warga negaraku di negaraku sendiri. Ingat, itu adalah kesalahan besar. Menurut perjanjian antar negara kamu bisa dihukum, pangeran!" Darius sempat terdiam. Akhirnya dia berkata, "oke. Aku tahu aku salah. Tapi, begitu aku berhasi

