Kemeriahan sebuah rencana kali ini rupanya sukses membuat senyum itu datang, Jarvis menyempatkan waktu di sela kesibukan untuk mengunjungi sebuah festival musik yang diadakan di jantung kota. Dia dan Paula datang lebih awal ketika musik dari band lokal pembuka baru saja dimulai. Hari ini, saat keberuntungan bagi mereka karena acara tersebut akan dihadiri oleh arti besar papan atas dari Amerika. Keseruan semakin menjadi saat Jarvis dan Paula memilih untuk mengambil barisan yang tidak terlalu banyak orang. Meski tetap padat, setidaknya mereka masih bisa berdiri sambil berpelukan dan menyanyi. Jarvis yang awalnya enggan dan sangat anti dengan acara seperti ini pun mulai tertarik, dia menganggap keadaan tidak terlalu buruk. "Sayang, apa kau lelah?" tanya Jarvis khawatir jika Paula tidak kuat

