63. Menatap Lagi Mata Itu

2020 Kata

Rupanya keraguan masih mendera dalam diri Jarvis hingga 20 jam selama di Indonesia. Dia merasa tidak nyaman ketika Efran bersedia menunggu dirinya siap bertemu dengan Paula. Tetapi, kini Jarvis telah meyakinkan diri. Sebenarnya tidak. Dia hanya memberi kesempatan Efran untuk bertemu dengan anaknya. Minggu pagi, matahari baru saja terbit mobil mewah berwarna biru tua itu sudah berada di depan rumah memiliki lagar kecil. Efran keluar lebih dulu, kedua tangannya tampak berat ketika memeluk bunga yang sudah dibeli sejak tadi malam. Hanya beberapa kali menencet bel, pintu terbuka lebar. Paula meneliti siapa di balik wajah tertutup oleh bunga mawar merah. "Siapa ya?" "Ini aku." ucap Efran sengaja menyamarkan suaranya. Paula geram jika seperti ini. "Tolong, jangan mempermainkan! Kalau enggak,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN