“Gyan, kamu bisa minggir dikit enggak?!” tanya Gendis sambil menahan emosi. “Enggak,” geleng Gyan polos. Pria itu kembali mendempetkan tubuhnya ke arah Gendis, mencium-cium lengan isteri yang terbuka karena hanya mengenakan daster tanpa lengan. Gendis memejamkan matanya, berusaha untuk membuang kemarahan yang rasanya hendak meledak di dadanya karena kelakukan Gyan. Apa tidak bisa Gendis menikmati waktu santainya—me time dengan tenang? Ketika wanita itu berpikir ia dapaf bebas saat ketiga anaknya sudah tidur nyenyak, ternyata Gendis salah. Bapaknya dari anak-anak yang sekarang menganganggunya. Padahal Gendis hanya ingin menonton film yang sempat tayang di bioskop bulan lalu di layanan streaming. Tapi, kenapa susah sekali?! “Gyan, aku pengen nonton, kamu bisa enggak ganggu dulu enggak?”
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


