Ziont menatap dengan tatapan tak percaya. “Benarkah, Sayang?” Zoya mencibir “Dih. Masa gak inget bekas luka ini? Siapa yang buat hayo?” ingatan Zoya berselancar ke masa lalu dimana secara tak sengaja Ziont membuatnya terjatuh dan luka karena kala itu Ziont memaksa Zoya untuk naik dalam boncengan sepedanya, hingga akhirnya terjatuh. “Sayaaang…ya Allah. Semanis ini cerita kita? Kenapa indah banget, Han…” Ziont terharu dan memeluk sang istri setelah memasangkan kembali kaos oblong yang di kenakan sang istri. “Aku juga gak nyangka, kalau pria yang aku cari itu kamu. Ahhh apa ini defenisi jodoh tak akan kemana-mana…” ucap Zoya dengab rasa bahagia. “Dengan segala perjuangan dan rintangan serta campur tangan mama. Ternyata Tuhan mempertemukan kita ke versi terbaik kita. Jujur aku masih ga per

