Bab. 5 Rumah

974 Kata
Bianca melajukan Mobilnya pelan menuju rumah ku. Sejak kami berteman, memang Bianca sudah sering mengantarku pulang, tidak membiarkan aku pulang naik angkot, alasannya ''kelamaan dijalan''. Memang benar apa yang dikatakan Bianca, hanya saja aku merasa jadi beban buat mereka, walaupun mereka ga pernah punya pikiran seperti itu. Tapi demikian, belum pernah sekalipun teman temanku mampir kerumahku, bukan mereka tak mau, tapi aku yang selalu mencari cari alasan agar mereka tidak sampai kerumahku. Selama ini Bianca selalu mengantar sampai Simpang depan gang saja, Dengan berbagai alasan kutolak keinginan mereka untuk sampai kerumahku, jalannya ga bagus, gang sempit dan segala macam alasan yang ku berikan dan mereka memakluminya. Tapi tidak kali ini. Bianca mengomel sepanjang perjalanan yang diangguki oleh Jasmin. '' Ga ada cerita, kali ini ga pake turun dipinggir jalan lagi''. Loe ga nganggap kita sahabat loe ya, makanya loe ga sudi bawa kita kerumah loe'' omel nya ''Bukan begitu Bee, aku cuma takut kalian ga nyaman nantinya dirumah ku. karena keadaannya sangat jauh berbeda dengan rumah kalian pastinya'' cicitku ''Loe pikir kita ini orang yang seperti apa heh? ''kita ga pernah memandang orang dari rumahnya atau bahkan hartanya, kalo loe punya pikiran begitu, trus kenapa kami mau berteman sama loe Serena..'' omel Bianca lagi.yang diangguki oleh Jasmin ''Maaf, kalian jangan marah donk. Aku hanya ga mau kalian merasa risih dirumahku nantinya, itu saja, ga ada pemikiran yang lain lain kok..'' ucap ku lagi. '' yang bisa ngerasain risih ga risihnya itu kita, bukan loe. gimana mau tau, kalo loe nya aja ga pernah mau bawa kita kerumah loe''...ucap Bianca lagi Akhirnya aku hanya bisa mengiyakan kemauan mereka kali ini. '' oke, sekarang kemana lagi nih arah rumah mu..'' tanya Bianca antusias. '' Gang didepan sebelah kiri masuk kedalam..'' ucapku Bianca membelokkan mobilnya kedalam.gang yang aku sebutkan. Tidak terlalu terlalu besar, tapi mobil masih bisa masuk. tak berselang lama, kami sampai fidepan sebuah rumah semi permanen berwarna coklat muda. Ya, itulah rumah ku. Rumah sederhana yang dibangun ayahku dengan bersusah payah. Kami sangat bersyukur rumah ini bisa ada seperti sekarang ini, dibandingkan dengan dulu, Aku turun dari mobil Bianca, dua orang sahabatku itu mengikuti ku dibelakangku. Aku menoleh pada mereka sejenak dan berkata '' selamat datang dirumah kami yang sederhana ini, maaf beginilah keadaannya''..kataku pada mereka Mereka tersenyum lalu merangkulku, ''kamu bicara apa sih, ini bahkan jauh lebih baik dari pada apa yang aku pikirkan'' ...kata Bianca jujur. ''Ini sangat cantik, ibu mu suka bunga ya''?.. kata Jasmin sambil mengedarkan pandangannya ke halaman rumahku yang ditanami berbagai macam bunga. '' Ayah ku, beliau sangat suka berkebun. diwaktu senggangnya sepulang bekerja, ayah selalu menyempatkan dirinya merawat kebun bunga ini''.. kataku bangga. '' Ayo kita masuk''...ajakku ''Buu..Serana pulang.. '' panggilku. Ibu datang dari belakang tergopoh gopoh..''kakak, dari mana saja kamu kak, bikin Ibu cemas, karna dari tadi ga pulang pulang, ayah mu sampai memyusul.ke sekolah, tapi ternyata sudah tidak ada orang disekolah''..cecar ibu ku cemas. ''Maaf bu, tadi kakak pergi dengan teman teman kakak, maaf tidak izin dulu sama ibu dan ayah''..kataku penuh penyesalan karena sudah membuat ibu ku cemas. '' Bu ini ada teman teman kakak, ini Bianca dan Jasmin'' lajutku. Bianca maju dan menyalami tangan ibu dengan sopan diikuti oleh Jasmin. Aku sangat kaget melihat perilaku mereka. Ibu menyambutnya dengan gugup dan takjub . '' Ya ampun, maaf ibu sampai tidak memperhatikan ada tamu rupanya, ayo ayo, silahkan duduk'' kata ibu. ''Ibu kebelakang dulu sebentar''..ucap ibu Mereka pun duduk dikursi tamu sederhana yang kami punya. Kursi yang terbuat dari kayu dan sudah agak usang karna dimakan oleh waktu. Tak lama ibu datang dari belakang dengan membawa nampan berisi minuman teh hangat. '' Ayo diminum, maaf hanya ada ini saja'' ucap ku. '' Harusnya ibu ga perlu repot repot bu, air putih saja, itu sudah lebih dari cukup '' ucap Jasmin. ''Maaf ya bu, tadi kami mengajak serena ke Mall.sebentar, karena ada keperluan yang ingin kami beli. ini bukan salah dia, jadi tolong jangan dimarahi ya bu'' ucap Bianca .. Ibu mengangguk dan tersenyum. '' Ibu hanya cemas, karena Serena tidak pernah pergi tanpa memberitahu terlebih dahulu. Ahh mungkin karena sekolah yang sekarang cukup jauh, jadi memakan waktu untuk pulang dan meminta izin..'' kata ibu bijaksana Ketika kami sedang berbincang bincang , terdengar diluar suara motor ayah, aku langsung berdiri dan menyusul ayah keluar. ''Ayah, kakak minta maaf sudah membuat ayah khawatir'' ucap ku karena merasa bersala pada Ayah. '' Kakak..ayah sangat cemas, tapi syukurlah sekarang kakak sudah pulang''.. ucap ayah '' maaf ya ayah''..ucapku lagi '' iya..eh kak, itu mobil siapa ? kok berentinya didepan rumah kita''? tanya ayah. '' itu mobil teman kakak ayah, mereka ada didalam, mereka yang mengantar kakak pulang'' jawabku '' Yuk kakak kenalin, mereka ada didalam''.. kata ku lagi sambil menggandeng tangan ayahku. ''Bianca, Jasmin, kenalkan ini ayahku'' kata ku Bianca dan Jasmin berdiri lalu melakukan hal yang sama seperti ke ibu tadi..lagi lagi aku dibuat terkagum kagum oleh sahabat sahabatku ini. Mereka benar benar anak anak yang sopan, tidak sombong meskipun mereka anak orang kaya. Aku juga mengenalkan kedua adikku Bagas dan Cindy. Kami pun ngobrol santai sampai tak terasa hari sudah sore. ''Nyaman banget disini, tenang, sampe ga berasa udah sore aja..ya kan Bee'' ucap Jasmin '' Iya bener banget, adem soalnya''..kata Bianca. Yaa kami duduk lesehan dibalai balai kayu yang sengaja ayah buat diteras rumah..untuk duduk duduk menikmati udara sore hari sambil memandang kebun bunga beraneka warna. Walaupun kami tidak memiliki perabotan mewah, rumah kami cenderung kosong, tapi kami sangat bersyukur dengan keadaan kami sekarang ini. Akhirnya Bianca dan Jasmin pamit pada Ayah dan Ibuku, adik adikku berteriak '' kakak..sering sering yaa main kesini..'' ucap mereka. '' yaa kapan kapan kakak kesini lagi.., kalian baik baik yaa, jangan nakal..bye Bagas, bye Cindy '' Ucap Bianca dan Jasmin.. Haripun merangkak senja..dan kami bergegas masuk kedalam rumah seserhana kami. Yah rumah sederhana yang bagaikan Istana ternyaman bagi kami. >>>>>>>>
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN