Bab 229

898 Kata

malam itu hujan turun pelan di luar mansion. lampu-lampu kota terlihat kabur dari balik jendela kamar Valentina. gadis kecil itu duduk di ranjangnya dengan selimut menutup setengah tubuh. tablet kecil terletak di pangkuannya. Valentina menatap layar itu lama. kata itu kembali terngiang di kepalanya. eksekusi. kata yang diucapkan Daddy dengan suara dingin. kata yang membuat Daddy memeluknya erat setelahnya. kata yang tidak pernah dijelaskan sepenuhnya. Valentina menoleh ke arah pintu kamar. tertutup. sunyi. Mommy sudah tidur. Daddy belum pulang. rasa penasaran itu lebih kuat daripada rasa takut. jari kecil Valentina menyentuh layar. ia membuka mesin pencari. huruf-huruf ia ketik pelan, satu per satu, mengeja dengan serius. e-k-s-e-k-u-s-i ia berhenti sebentar, memastikan ejaannya b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN