Valentina semakin sering menghabiskan waktunya di kamar. Awalnya Albert mengira putrinya hanya sedang lelah dengan rutinitas sekolah. Namun sebagai seseorang yang terbiasa membaca gerak-gerik manusia, Albert tahu ada perubahan kecil yang tidak bisa diabaikan. Cara Valentina memegang tablet, caranya menurunkan volume televisi ketika mendengar langkah kaki, hingga kebiasaannya menoleh cepat ke pintu setiap kali suara terdengar di lorong rumah. Albert tidak menegur. Ia memilih mengamati. Suatu malam, Valentina duduk bersila di atas karpet kamar dengan lampu redup. Tablet berada di pangkuannya, layarnya memantulkan cahaya ke wajah kecil itu. Di layar, sebuah film action tengah diputar. Suara tembakan terdengar pelan karena volume disetel sangat rendah. Valentina menatap tanpa berkedip. “Ay

