Pagi di atas laut tampak begitu damai. Suara ombak beradu lembut dengan badan yacht, seolah menjadi lagu pengantar bagi mereka yang sedang tertidur pulas di dalamnya. Cahaya matahari pagi menerobos masuk melalui jendela kaca besar kamar utama, menyoroti dua sosok yang tengah berbaring di ranjang empuk itu — Albert dan Kiara. Namun pagi ini, bukan suara ombak atau burung camar yang membangunkan mereka, melainkan tawa kecil dan celoteh lembut seorang bayi mungil yang menjadi pusat dunia mereka berdua. Kiara perlahan membuka mata, tubuhnya masih diselimuti hangatnya pelukan suaminya. Aroma tubuh Albert yang maskulin dan familiar membuatnya tak ingin segera beranjak. Tapi matanya segera terarah pada sesuatu yang membuatnya tersenyum begitu lembut — Valentina. Bayi kecil itu kini sedang berada

