Bab 106

2336 Kata

Pagi itu di mansion utama keluarga Roberto terasa begitu hening, hanya suara langkah kaki Alden yang terdengar di lantai kayu. Mata Alden berat oleh kurang tidur, tapi hatinya tak mampu berhenti berpikir tentang Kiara. Ia menapak perlahan menuju dapur, tempat ia melihat sosok yang begitu ia cintai—Kiara, berdiri di dekat meja dapur, tangannya sibuk menyiapkan sesuatu, entah sarapan atau sekadar teh pagi. Matanya menatap Kiara begitu lama. Gaun tidur tipis yang dipakai Kiara menonjolkan keanggunan dan kelembutannya, membuat Alden menelan ludah dengan kasar. Detak jantungnya berdetak begitu cepat, dadanya terasa sesak, bahkan napasnya terasa tertahan. Kiara begitu cantik, begitu mempesona, tapi hatinya masih dipenuhi rasa sakit karena ia tahu Kiara adalah istri Daddy-nya sekarang, dan bukan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN