Alden memasuki mansion mereka dengan langkah berat, wajahnya masih memerah dan napasnya tersengal akibat amarah yang belum mereda. Rambutnya acak-acakan, tanda betapa frustrasinya ia sepanjang perjalanan pulang. Tangannya menggenggam erat gagang tasnya, tapi matanya tidak lepas dari bayangan mansion utama keluarga Roberto yang masih terngiang di pikirannya — tempat Kiara dan putrinya sekarang tinggal, tempat yang seharusnya menjadi miliknya, tapi kini dikuasai oleh Daddy-nya. Cassandra menatap suaminya dari ruang tamu, hatinya seketika terguncang melihat kondisi Alden. Ia tahu betapa sakit hatinya saat ini, dan ia tidak ingin membiarkan emosi itu menguasai Alden lebih jauh. Dengan langkah cepat, ia mendekat dan merangkul Alden dari belakang, meletakkan tangannya di bahu dan memeluknya era

