Valentina benar-benar merasa hidupnya berubah sejak hari pertama ia melangkahkan kaki ke sekolah barunya. Gerbang sekolah itu tidak sebesar sekolah lamanya, tidak semewah, dan tidak dipenuhi tatapan penuh perbandingan. Namun justru di situlah ia merasakan sesuatu yang selama ini tidak pernah ia miliki: rasa aman. Seragamnya masih terasa kaku di tubuh kecilnya. Rambutnya dikepang rapi oleh Kiara pagi tadi, dan Albert sendiri yang memastikan sepatu Valentina terikat dengan benar. Saat mobil berhenti, Valentina sempat menggenggam tangan Kiara sedikit lebih lama, bukan karena takut, melainkan karena perasaan campur aduk yang sulit ia jelaskan. Ia ingin masuk, tapi juga takut harapan ini kembali dihancurkan. Albert menunduk sejajar dengan tubuh Valentina. Tatapannya tenang, tegas, dan penuh k

