17. Raynzal Faroza

1893 Kata

"SHANIN mau ikut makan sushi." Dengan mencoba untuk menahan tangis yang hampir pecah, Shanin bersuara disela-sela cengkraman dikedua lengannya yang semakin kuat. Sebuah permohonan dalam diam yang untungnya dapat Raynzal tangkap dengan sempurna. Bahkan saat ini, cowok itu kembali berjalan ke arahnya. "Ayok, gue rasa temen-temen lo gak akan keberatan kalo lo pergi sebentar," Raynzal menekankan kata 'teman-teman', bermaksud menyindir, kemudian ia telihat beralih menatap Abby, "Iyakan?" Dengan tangan yang masih gemetar dan mulai berkeringat dingin, Shanin bersusah payah menjulurkannya ke arah Raynzal. "Mau gandeng." Pinta gadis itu dengan nada memohon. Raynzal yang melihat uluran tangan Shanin yang gemetar terlihat berdengus lucu lalu meraih uluran tangan itu. Matanya sedikit membulat b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN