33

988 Kata

Bukan duka, bukan juga hal yang berharga. Tetapi Kaina merasa ada yang salah ketika meratapi bagaimana dirinya sendiri bertindak. Tisa masih menunggui dirinya setelah keluar dari rumah sakit. Tapi ada yang mengganjal ketika Gery —ayahnya—mengucapkan apa yang tidak Kai sadari betul maksudnya. "Kemarin, waktu Kai di rumah sakit... Ayah bicara sama siapa, Bu?" tanya Kai merasa ada yang perlu dijelaskan. Tisa tidak menghentikan kegiatan mengupas kulit apel digenggamannya, hanya sedikit memperlambat agar Kai lebih tenang sama seperti diri Tisa yang juga bersikap tenang. "Eum... Ibu nggak tau pasti. Cuma sekilas aja sempet ngeliat. Ayah kamu nunggu di depan, duduk bareng sama Abi anaknya Tante Risma, temen Ibu, kamu masih inget?" Tisa memancing, gerakan matanya hanya sekilas melirik pada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN