Bahkan cinta tidak akan menghapus apa pun dalam hidup Kai. Tapi yang terpenting adalah, Kai mampu melihat ketulusan kasih sayang dari Tisa. Tangisan haru dari Tisa jelas sekali menggambarkan, betapa kesepiannya ia tanpa kehadiran anak. Kai langsung bersyukur saat itu juga. Bahwa kehadiran bayinya tidak sepenuhnya salah dan merugikan, Kai mampu memupuk harapan tuk hidupnya di masa depan. Anggap saja investasi masa depan agar Kai tidak kesepian. "Udah. Kok malah Ibu bikin kamu sedih juga, toh." Tisa menyadarkan diri sendiri, malu akibat menangis dalam pelukan Kai yang tidak mengerti apa-apa. Tapi sebagai sesama wanita, pasti ada pengertian yang terselip meski tak diucapkan, Tisa percaya itu. Kai tidak ingin bertanya lebij jauh. Biar saja mengalir seperti air. Tidak ada yang dipaksa untuk

