Masta hanya tersenyum sinis ketika menyaksikan Lavina yang kini berada di hadapan Lidya dan juga dirinya lalu sekarang ia memperhatikan Lidya yang hanya menatap Lavina intens. Masta hanya menaikkan alis kanannya sesaat dan salah satu anak buah Bahrun membuka tas milik Lavina. Gawai milik Lavina kini diambil lalu diberikan kepada Lidya yang tengah duduk disebelah Masta. "U-untuk apa?" Tanya Lidya terbata-bata lalu tangan kanan miliknya meraih gawai milik Lavina dan kini ia mengecap saliva miliknya. Lidya yang kini sedang duduk pun memegang gawai milik Lavina yang tidak di kunci sama sekali lalu Lidya pun membuka pesan chat Dimas dan juga Lavina disana. Masta kembali tersenyum sinis dengan memperhatikan Lidya yang sekarang membuka gawai milik Lavina dan netra miliknya terlihat naik turun

