Chapter 90

3279 Kata

Ingin rasanya aku tertawa melihat perjalanan ini terlebih ketika aku tahu jika masa depanku akan bersamanya. Apa yang harus aku banggakan jika aku bersama dengan pria yang sama sekali tidak aku cintai, aku pun tak pernah berpikir jika pertemanan ini ternyata memberikan jawaban seperti ini. "Aku menyesal sudah menyuruhmu ke Indonesia," suara rendah Lidya kini tertekan ketika ia duduk disebelah Masta. Masta yang kini mendengarkan ucapan Lidya pun hanya terdiam sekaligus melirik wanita cantik tersebut. "Tidak ada yang harus kau banggakan kepada ayahmu. Apa kau masih tak melihatnya? Ayahmu sendiri yang menyerahkanmu kepadaku," balas Masta dengan tersenyum sinis terlebih ketika nada pembicaraan tersebut berhasil membuat seorang Lidya percaya dengannya. Pikiran Lidya kini meracau apalagi tenta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN