Chapter 88

2366 Kata

"Mamih," panggil Lidya dengan suara datar lalu Mba Darmi kini mengusap punggung Lidya dengan Mba Darmi yang menenangkan Lidya, suara tangis Lidya kini terisak dengan dirinya yang menangis tak kunjung henti. "Non Lidya, yang sabar ya non," ujar Mba Darmi dengan menyaksikan Lidya yang menangis histeris lalu Lidya kini duduk di ruang tunggu berikut dengan beberapa staff perawat yang keluar dari ruang igd. Lidya kini beranjak dari tempat duduknya setelah melihat Winny keluar dari ruang igd lalu Lidya mengikuti Winny ke ruang vvip di rumah sakit tersebut. "Non Lidya jangan nangis terus mungkin ada alasan tersendiri kenapa Nyonya Winny merahasiakan penyakitnya sama non," ujar Mba Darmi ketika dirinya kembali melihat Lidya yang menangis lalu Lidya berjalan mengikuti beberapa staff perawat memasu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN