Chapter 72

3270 Kata

"Kayaknya kita lurus aja deh Pak Karmadi," suara Lidya dengan menunjuk ke arah lurus jalanan terlebih ketika supir pribadi Adrian Wijaya menoleh dengan kebingungan di saat menyetir. "Loh non, kita bukannya mau ke rumah? Nanti saya di marahi sama Tuan Adrian kalau menuruti Non Lidya," balas Pak Karmadi ketika dirinya di suruh Lidya untuk mengikuti arah jalan yang ia tuju tapi Lidya tetap bersikeras dengan keinginannya. Lidya lantas hanya melengos dengan mata miliknya yang menyipit. Tak ingin mendengar nama ayahnya lalu ia kembali berkata kepada Pak Karmadi, "Udah deh Pak Karmadi enggak usah bahas nama ayah juga. Kita sekarang ke rumah Keluarga Mahendra, aku lagi mau ketemu sama Dimas sekarang." Suara menekan dari Lidya pun terdengar apalagi kening Pak Karmadi mengerut dengan mengingat uc

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN