kaki-kaki mungil itu tengah berlari dengan kegirangan, tawa geli terdengar sampai arah dapur, Diana tengah membuat kueh, tangan nya kotor dengan tepung. saat ia mendengar jeritan si bungsu seketika Diana berteriak "nana jangan ganggu adek nak." "iih bukan Atu bun."balas suara imut itu. dengan cepat ia menyelesai kan masak nya, setelah mencuci tangan Diana pun beregegas menuju ruang Tv "lili kenapa sayang."kata Diana sambil menghapus air mata nya. "bang Al ahat, igit angan lili, tenok cakit."seketika Diana menatap Al tajam. yang ditatap malah tersenyum polos. "Abang gemes bun."kata Al sambil nyengir. "cudah lili ndak ucah angis, atu ada pelmen ini untuk lili catu."kata Nana sambil menyodor kan permen ke mulut Lili, tangis Lili pun berhenti. "ayo kita ain."seru Nana, di ikuti tepuk t
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


