pagi pun bersambutkan matahari, namun Diana masih begulung ditempat tidur sambil menatap jendela kamar nya. Air mata nya telah kering, dari semalam ia menangis sambil meratapi nasib nya ya tidak pernah beruntung. terdengar suara ketukan pintu memanggil-manggil nama nya sedari tadi. siapa lagi kalau bukan kokom, namun tak ia hirau kan, ia bisa dengar suara orang yang sedang mengobrol tepat di depan pintu kamar nya tak lama suara mommy pun terdengar, mau tidak mau ia harus membuka pintu itu. "hey mom."sapa Diana yang memaksa tersenyum. "ya ampun sayang, mommy cemas banget, kamu nggk keluar kamar untu sarapan."kata mommy menatap nya dengan raut cemas. "aku hanya tidak ada nafsu mak... huek."seketika Diana berlari menuju kamar mandi dan memuntah kan cairan bening dimulut nya. mommy d

