Diana dan Rizky masih sama-sama terdiam, tidak ada yang mau memulai pembicaraan masalah dikantor tadi. Rizky masih terbelut dalam rasa bersalah, sedang kan Diana tidak tau harus bersikap seperti apa. marah?tentu pasti, bagai mana ia tidak marah,melihat suami nya tengah dicium oleh mantan pacar nya. sekrang pun Diana masi kesal, tapi tidak seperti tadi, kekesalan nya masih bisa dia kendalikan. "sayang, kamu masih marah."Rizky mencoba untuk berani bertanya. "tidak. hanya saja aku masih kesal."jawab Diana jujur. Rizky membawa tubuh mungil istri nya, kepelukan nya. "maaf, aku tidak bermaksud untuk menyakiti mu sayang."kata Rizky dengan lirih, sambil sesekali memciumi puncak kepala istri nya. "iya, aku tau."kata Diana sambil membalas pelukan hangat suami nya. tak ia hirau kan pekerjaan

