23. Villa Pegunungan Alpen

2665 Kata

Suara berisik dari kendaraan udara dengan baling-baling besar mulai terdengar. Mia yang sedang berdiri di teras depan Villa kini mendongakkan kepala menanti kakaknya itu mendarat. Jika Mia perkirakan, kecepatan helikopter saat ini hanya tinggal 20 knot dengan ketinggian kurang dari 60 meter. "Cepet juga nyampenya. Kirain bakal sampe malem," monolog Mia seorang diri. Matahari sore masih menyorot silau ke arah wajah Nick yang berjalan cepat ke arah barat. Seluruh kancing jasnya sudah terbuka, menampakkan kemeja putih tanpa dasi dengan dua kancing teratas yang terlepas. Rambutnya yang kecoklatan sedikit berantakan, namun bagaimanapun itu, Nick akan selalu tetap tampan. Semakin dekat, Mia semakin dapat melihat raut masam lelaki di hadapannya. Walaupun Mia sudah tersenyum sangat lebar, seper

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN