Melihat ekspresi aneh istrinya, Lee Jun Min segera tersenyum lembut dan membuat sikapnya lebih tenang dan santai, meraih tubuh mungil Lia masuk ke dalam pelukannya. “Aku bertanya karena penasaran semata. Bagaimana bisa seorang Jena Rahardian sanggup membuat seorang Amalia Rasyid hampir menomor duakan sahabat dan suaminya sendiri? Apakah karena dia memang sangat baik hati, ataukah karena kamu merasa kasihan dengan nasibnya sebagai seorang yatim piatu?” Amalia Rasyid yang polos sama sekali tidak mencurigai sesuatu, karena pertanyaan itu sudah mengindikasikan kecemburuan Lee Jun Min seperti biasa. Tiba-tiba saja, wanita berambut ikal itu seperti tercerahkan. Kedua alisnya naik dengan cepat. “Oh! Begitu rupanya?!” “Begitu rupanya?” ulang Lee Jun Min, sebelah kening dinaikkan dengan ekspres

