Rencana Rena

1033 Kata

"Menyedihkan! A-aku benar-benar me-menyedihkan!" ucap Shofia di sela isak tangisnya. "Tidak, kamu tidak menyedihkan. Kamu jangan berpikir seperti itu Shofia!" Rena mengusap rambut panjang sahabatnya berusaha menenangkan. "Aku malu! Sungguh aku malu terlihat seperti ini di depan kalian." "Shofia … sudah, sudah!" "Aku … aku kesel banget sama mama papa kamu, Shofia!" ujar Naomi tiba-tiba dia mengusap air matanya. Rena yang sejak tadi sudah tak menangis, membulatkan mata menatap tajam ke arah Naomi. "Tak sepantasnya mereka seperti itu di depan kamu! Harusnya, mereka bisa lebih dewasa menyikapi masalahnya! Bukan bertengkar di depan anak!" Naomi terus berbicara mengabaikan Rena. "Ya, benar katamu. Dan aku tak seharusnya menangisi orang tua yang tak punya otak seperti mereka!" ujar Shofia,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN