“Nona, anda harus berjanji. Anda tidak akan melakukan hal seperti semalam lagi.” Lyra tengah menggosok punggung Lettasya dengan setengah berbisik. Hanya ada mereka berdua di ruangan itu karena Lettasya lah yang meminta demikian. Akan tetapi tidak ada pintu tertutup di sana sehingga siapa pun tentu bisa masuk kapan saja, sehingga keduanya harus tetap berhati-hati. Di antara pelayan yang lain, Lyra satu-satunya orang yang mengetahui kegiatan menyusup serta melarikan diri semalam dan Lettasya tentu mengingat jelas betapa paniknya Lyra saat melihat Lettasya kembali dalam keadaan kacau. “Aku akan tetap melakukannya.” “Kalau begitu setidaknya berikan aku alasan kenapa Nona melakukannnya?” rajuk gadis itu. “Aku tidak bisa melakukannya.” Lettasya tidak akan mungkin mengatakan jika dirinya ada

