“Lettasya, apa yang telah terjadi?” Pertanyaan tersebut kembali dilontarkan oleh Antares sementara Lettasya mengerjap beberapa kali setelah melihat kondisi ruangan sekitar, mengolah kembali memori yang terakhir diingatnya. “Aku….” Kepala Lettasya terasa seperti dihantam sesuatu tak kasat mata, kilasan yang terjadi berkelebat samar hingga membuatnya nyeri. “Lettasya.” Antares merendahkan tubuhnya dan menatap dengan raut penuh kecemasan. Tangannya menggelus rambut Lettasya sementara satu lainnya menggenggam erat wanita tersebut. “Kau baik-baik saja?” Lettasya mengangguk pelan, ia teringat terakhir kali meminum sebuah minuman yang telah ia duga ada sesuatu di dalamnya. Akan tetapi sial Lettasya tidak bisa mengelak dan terpaksa harus meminum hingga ia merasa hilang kesadaran. Ketika itu Ori
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


