“Bagaimana? Apa tanganmu baik-baik saja?” Orion bertanya tentang tangan Lettasya yang sejak tadi diporsir untuk menarik anak panah. “Sedikit sakit, tapi ini terasa lebih menyenangkan dari pada menyulam,” aku Lettasya jujur. Orion pun tertawa. “Apa wanita tua itu masih suka menyuruhmu melakukan peraturan-peraturan kuno?” “Yang Mulia mengenal Ilmi?” tanya Lettasya dengan raut bingung. Orion meraih tangan Lettasya dan meniup telapak yang kemerahan sebelum kemudian menghadiahi sebuah kecupan di sana. “Wanita itu dulu pernah menjadi pengasuhku saat dia masih muda dan ibuku masih ada.” “Benarkah?” “Dia adalah satu-satunya pelayan dari kerajaan ayahku yang masih bertahan.” “Aku tidak menyangka Yang Mulia masih mengingatnya dan mempertahankannya.” Tangan Lettasnya kemudian ditarik oleh Or

