Saat itu bisa dibilang, hari telah berganti meski mentari pagi bahkan belum menampakan sinarnya. Akan tetapi Antares masih harus berjaga atau setidaknya sekedar memantau kamar milik Zoya. Semalaman lelaki itu tidak dapat memejamkaan mata dengan tenang. Sama seperti bertahun-tahun lalu ketika Antares menyaksikan adiknya mati, ia berharap semua ini juga hanya sebuah mimpi buruk. Ketakutannya menyebar, menjelma menjadi rasa khawatir karena ia takut Lettasya tidak bisa bertahan. Antares pun berjalan-jalan di sekitar istana ketika mata cokelatnya menangkap seseorang yang berjaga di kamar Zoya berganti. Ia tidak terlalu mengenal pria itu dan sepengetahuannya, ini belum waktunya pertukaran penjaga. Meski demikian Antares tidak lantas menghampirinya. Ia hanya memantau dari jarak yang cukup jauh,

