Beberapa hari lagi akan diadakan persembahan untuk Dewi Anthena. Seorang korban gadis muda yang menjadi putri dari tanah kerajaan yang pernah Orion taklukan akan digeret sekaligus diarak ke kuil Athena sang Dewi Perang. Seperti biasa Vadless yang akan memimpin acara, beberapa pendeta yang menjadi murid Vadless turut sibuk mempersiapkan semua keperluan. Itu lah yang Lettasya dengar dari Diora yang lebih sering berada di luar dengan bebas. Hanya saja Lettasya masih belum menemukan tempat di mana para korban persembahan disembunyikan selama ini. “Ilmi,” panggil Lettasya pada wanita tua yang menjadi senior serta guru ketaatan bagi Lettasya. “Ya, Nona.” “Apa kah ada peraturan aku tidak boleh keluar dari menara ini?” Pertanyaan kali ini untuk menghindari kejadian seperti sebelumnya. Lettasya

