"Dek, Abang sudah kenyang!" ucap Ruslan pelan. "Abang kenyang karena sudah makan, ya?" sahut Halimah pelan dan tenang. Ruslan memeluk Halimah erat. "Maafkan Abang, Dek!" "Abang habis makan dengan Mbak Mira?" Halimah meletakkan mangkuk di atas meja karena Ruslan memeluknya erat. Ia diam. Ia tahu sudah pasti Ruslan makan malam bersama Mira. "Tak apa-apa, Abang makan lagi saja, ya. Sayang sekali ini mie ayam dibelikan Mbak Nenden sampai dua bungkus. Baik sekali ya Mbak Nenden." Halimah menahan gemuruh di hatinya. Ruslan semakin mempererat pelukannya. "Bang, Limah lapar. Belum makan karena menunggu Abang pulang," ujar Halimah lagi. Ruslan semakin merasa bersalah mendengar kalimat terakhir Halimah. Istrinya menungguinya pulang namun ia malah mengikuti ajakkan Mira di restoran. "Abang

