16. Pengakuan Alfian

1245 Kata

Alvian duduk termenung di kursi teras. Ia memikirkan apa yang baru saja ia lihat di restoran tadi. Sungguhkah Ruslan bermain hati dengan perempuan tadi? Tapi, perempuan itu mirip sekali dengan Mira. Dulu, Ruslan dan Mira selalu bersama-sama di sekolah. Apa mungkin....?Kenapa Ruslan tega? Kurang apa Halimah? Ah, mungkin mereka hanya berteman, tapi kalau memang berteman kenapa Mira berani memeluk Ruslan dengan mesra? Rentetan pertanyaan bergumul di hati Alvian. Alvian mengenali perempuan yang tadi bersama Ruslan di restoran. Mira adalah siswi pandai berasal dari keluarga sangat kaya kala itu. Alvian tahu jika Mira dan Ruslan dulu selalu bersama-sama. "Assalamu'alaikum," salam Nenden membuyarkan lamunan Alvian. "Wa'alaikumussalam," sahut Alvian. "Malam-malam melamun di teras. Memikirka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN