Hari ini ibu dan Dira pulang dari klinik, sedangkan aku dan Mas Gilang mengurus pembatalan gugatan perceraian di pengadilan. Semua sudah selesai. Perpisahan yang nyaris ada di depan mata, kini tinggal kenangan. Aku akan berusaha mempertahankan pernikahan ini apapun yang terjadi. Kini aku masih duduk di ranjang sembari menyandarkan punggung ke tembok. Menatap foto pernikahanku dengan Mas Arga yang masih terpajang di kamar. Terlihat jelas di foto itu jika aku dan Mas Arga begitu bahagia dengan tatapan penuh cinta. Aku berharap cinta sebesar itu akan terus hadir di setiap pergantian tahun pernikahanku dengannya. Aku memberikan kesempatan untuk Mas Arga agar membuktikan janji-janjinya. Nyatanya, Mas Arga memang berusaha menepati ucapan-ucapannya waktu itu. Dia semakin sayang dan perh

